Pengobatan Alternatif dan Kuasa Tuhan
Kesehatan adalah anugerah tak ternilai dari Tuhan. Sebagian orang menghabiskan hampir seluruh harta benda yang mereka miliki hanya untuk menjadi lebih sehat. Mulai dari pergi ke PUSKESMAS, dokter umum, dokter gigi, dokter kandungan, sampai ke dokter spesialis, seperti spesialis kelamin, kulit, organ dalam, spesialis tulang , operasi berbahaya ini, operasi itu, dan sebagainya. Bahkan tak jarang pula yang pergi ke pengobatan alternatif, walaupun banyak juga pengobatan alteratif abal-abal atau kalo para blogger bilangĀ “HOAX”. Pengobatan Alternatif memang kerap menjadi alternatif kesehatan, terutama bagi golongan menengah ke bawah. Iklan tentang pengobatan alternatif pun kian marak. Bicara tentang pengobatan alternatif, jadi ingat salah satu Pengobatan alternatif di daerah Karanganyar, bagian utara. Yang membuat menarik dari pengobatan alternatif ini adalah jasa pelayanan yang mereka paparkanĀ di salah satu papan reklame atau papan iklan yang mereka pasang. Kurang lebih bertuliskan demikian ” SPESIALIS PENYAKIT GANJARAN DARI TUHAN ALLAH “. Secara Harfiah Periklanan ini sah-sah saja, tapi jika dari segi nalar dan sudut yang lebih dalam, mungkin akan menjadikan sedikit berbeda. Dari segi iklan mungkin maksudnya adalah mengobati sakit yang disebabkan faktor non medic, tapi dari segi yang laen “terkesan” menantang TUHAN. Betapa tidak, dengan jelas disitu ditulis, megobati segala penyakit “Ganjaran TUHAN ALLAH”…!!. Sungguh hebat pengobatan ini jika memang mampu menangkis dan menghindarkan seseorang dari Kuasa Tuhan. Terlepas dari tehnik pengobatan yang digunakan. Tiap pengobatan alternatif memang mempunyai cara yang berbeda dalam therapi pengobatanya,mulai dari akupuntur dengan tusuk jarum, bekam/kop, suntik/injeksi, ramuan tradisional/HERBAL, dll.
Mungkin ini hanya salah tafsir saja, karena tiap orang akan mengartikan sebuah tuliisan dengan pandangan yang berbeda. Berbeda lagi manakala tulisan itu di ucapkan dengan intonasi yang berbeda. Maka dalam pelajaran Bahasa Indonesia diajarkan “Cara membaca yang benar dan sesuai dengan EYD” [Ejaan Yang Disempurnakan-red]. Memang begitulah bahasa iklan, tidak dapat langsung dibantah mentah-mentah. Semua punya cara tersendiri dalam menawarkan produknya.
Semoga Tuhan Senantiasa Memberi Kesehatan Kepada Kita Semua..!!


Trackbacks