Skip to content

Plastik Kemasan

March 1, 2010

Bungkus plastik atau kemasan plastik memang tak lepas dalam kehidupan kita sehari-hari, namun kebanyakan dari masyarakat tidak tahu akan bahaya dari plastik yang biasa mereka gunakan untuk bungkus makanan tersebut bagi kesehatan, terutama dalam jangka panjang. Karena hanya melihat dari sisi praktisnya saja. Berikut jenis-jenis plastik yang beredar di pasaran.

1. JENIS PETE atau PET

Pada kemasan plastik jenis ini tertera logo daur ulang dengan angka 1 di tengahnya serta tulisan PETE atau PET (polyethylene terephthalate) di bawah logo. Biasa dipakai untuk botol plastik, berwarna jernih/ transparan/tembus pandang seperti botol air mineral, botol jus, dan hampir semua botol minuman lainnya. Jenis PET/PETE ini direkomendasikan HANYA SEKALI PAKAI. Bila terlalu sering dipakai, apalagi digunakan untuk menyimpan air hangat apalagi panas, akan mengakibatkan lapisan polimer pada botol tersebut akan meleleh dan mengeluarkan zat karsinogenik (dapat menyebabkan kanker) bila digunakan dalam jangka panjang.

2. Jenis HDPE


Ciri-ciri umum pada jenis ini adalah pada bagian bawah kemasan botol plastik, tertera logo daur ulang dengan angka 2 di tengahnya, serta tulisan HDPE (high density polyethylene) di bawah segitiga. Biasa dipakai untuk botol susu yang berwarna putih susu, tupperware, galon air minum, kursi lipat, dan lain-lain. HDPE memiliki sifat bahan yang lebih kuat, keras, buram dan lebih tahan terhadap suhu tinggi. HDPE merupakan salah satu bahan plastik yang aman untuk digunakan karena kemampuan untuk mencegah reaksi kimia antara kemasan plastik berbahan HDPE dengan makanan/minuman yang dikemasnya. Sama seperti PET, HDPE juga direkomendasikan hanya untuk sekali pemakaian karena pelepasan senyawa antimoni trioksida terus meningkat seiring waktu.

3. Jenis PVC

Pada Jenis ini sama seperti jenis yang lain, Tertera logo daur ulang (terkadang berwarna merah) dengan angka 3 di tengahnya, serta tulisan “V”. V itu berarti PVC (polyvinyl chloride), yaitu jenis plastik yang paling sulit didaur ulang. Plastik ini bisa ditemukan pada plastik pembungkus (cling wrap), dan botol-botol. Reaksi yang terjadi antara PVC dengan makanan yang dikemas dengan plastik ini berpotensi berbahaya untuk ginjal, hati dan berat badan. Sebaiknya kita mencari alternatif pembungkus makanan lain (bukan bertanda 3 dan V) seperti plastik yang terbuat dari polietilena atau bahan alami misal : daun pisang.

4. JENIS LDPE

Biasa tertera logo daur ulang dengan angka 4 di tengahnya, serta tulisan LDPE (low density polyethylene) yaitu plastik tipe cokelat (thermoplastic/dibuat dari minyak bumi), biasa dipakai untuk tempat makanan, plastik kemasan, dan botol-botol yang lunak.

Sifat mekanis jenis plastik LDPE adalah :

a. Kuat,
b. Agak tembus cahaya,
c .Fleksibel dan permukaan agak berlemak.
d. Pada suhu di bawah 600 C sangat resisten terhadap senyawa kimia,
e. Daya proteksi terhadap uap air tergolong baik,
f. Kurang baik bagi gas-gas yang lain seperti oksigen.

Plastik ini dapat didaur ulang, baik untuk barang-barang yang memerlukan fleksibilitas tetapi kuat, dan memiliki resistensi yang baik terhadap reaksi kimia. Barang berbahan LDPE ini sulit dihancurkan, tetapi tetap baik untuk tempat makanan karena sulit bereaksi secara kimiawi dengan makanan yang dikemas dengan bahan ini.

5. JENIS PP

Masih terdapat logo daur ulang dengan angka 5 di tengahnya, serta tulisan PP. Karakteristik adalah biasa botol transparan yang tidak jernih atau berawan. Polipropilen lebih kuat dan ringan dengan daya tembus uap yang rendah, ketahanan yang baik terhadap lemak, stabil terhadap suhu tinggi dan cukup mengkilap.
Jenis PP (polypropylene) ini adalah pilihan bahan plastik terbaik, terutama untuk tempat makanan dan minuman seperti tempat menyimpan makanan, botol minum dan terpenting botol minum untuk bayi. disarankan jika terpaksa dengan bungkus plastik, carilah yang terdapat kode angka 5 bila membeli barang berbahan plastik untuk menyimpan kemasan berbagai makanan dan minuman anda.

6. JENIS PS

Tertera logo daur ulang dengan angka 6 di tengahnya, serta tulisan PS (polystyrene), ditemukan tahun 1839, oleh Eduard Simon, seorang apoteker dari Jerman, secara tidak sengaja. PS biasa dipakai sebagai bahan tempat makan styrofoam, tempat minum sekali pakai, dan lain-lain. Polystyrene merupakan polimer aromatik yang dapat mengeluarkan bahan styrene ke dalam makanan ketika makanan tersebut bersentuhan. Selain tempat makanan, styrene juga bisa didapatkan dari asap rokok, asap kendaraan dan bahan konstruksi gedung. Bahan ini harus dihindari, karena selain berbahaya untuk kesehatan otak, mengganggu hormon estrogen pada wanita yang berakibat pada masalah reproduksi, dan pertumbuhan dan sistem syaraf, juga karena bahan ini sulit didaur ulang.
Pun bila di daur ulang, bahan ini memerlukan proses yang sangat panjang dan lama. Bahan ini dapat dikenali dengan kode angka 6, namun bila tidak tertera kode angka tersebut pada kemasan plastik, bahan ini dapat dikenali dengan cara dibakar (cara terakhir dan sebaiknya dihindari). Ketika dibakar, bahan ini akan mengeluarkan api berwarna kuning jingga, dan meninggalkan jelaga.

7. JENIS  LAIN “OTHER

Untuk jenis plastik  Other ini ada 4 jenis, yaitu :
a. SAN – styrene acrylonitrile,
b. ABS – acrylonitrile butadiene styrene,
c. PC – polycarbonate,
d. Nylon

Dapat ditemukan pada tempat makanan dan minuman seperti botol minum olahraga, suku cadang mobil, alat-alat rumah tangga, komputer, alat-alat elektronik, dan plastik kemasan. SAN dan ABS memiliki resistensi yang tinggi terhadap reaksi kimia dan suhu, kekuatan, kekakuan, dan tingkat kekerasan yang telah ditingkatkan. Biasanya terdapat pada mangkuk mixer, pembungkus termos, piring, alat makan, penyaring kopi, dan sikat gigi, sedangkan ABS biasanya digunakan sebagai bahan mainan lego dan pipa.

Plastik dengan jenis 7 yaitu SAN dan ABS merupakan salah satu bahan plastik yang sangat baik untuk digunakan dalam kemasan makanan ataupun minuman. Bagaimana jenis plastik dengan kode 7 serta tulisan PC..?

PC – atau nama Polycarbonate dapat ditemukan pada botol susu bayi, gelas anak balita (sippy cup), botol minum polikarbonat, dan kaleng kemasan makanan / minuman, termasuk kaleng susu, terutama susu formula.

Dengan berita ini, diharapkan anda dapat memilah bungkus makanan jenis apa yang tidak berbahaya bagi kesehatan, terutama kesehatan buah hati. Namun tetap disarankan tetap menggunakan bahan alami (daun pisang/sejenis) untuk bungkus makanan anda. Semua demi kesehatan bersama, daripada harus berobat ke rumah sakit atau pengobatan alternatif . seperti pepatah lama “Lebih Baik Mencegah Daripada Mengobati”

Semoga bermanfaat bagi semua. AMIN

3 Comments leave one →
  1. March 1, 2010 2:24 pm

    makasih gan infonya, saya sering salah milih plaztik nich……hehehe😀

  2. March 1, 2010 3:00 pm

    wah,….kalau aku seneng pakai daun mas, alami

  3. March 4, 2010 7:32 pm

    saya langsung dari sumbernya, gak usah pakai wadah segala..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: